Mengapa disebut SCM435?
Artikel yang menjelaskan sistem penamaan baja JIS Jepang
Dalam industri pengencang otomotif, manufaktur mesin, dan material cold heading, SCM435 hampir tidak ada yang tidak mengenalnya.
Namun, jika terus ditanyakan:
Mengapa disebut SCM435?
Hanya sedikit orang yang benar-benar bisa menjelaskannya dengan jelas.
Banyak orang tahu:
SCM435≈34CrMo4≈35CrMo≈Seri AISI 4135/4137.
Namun:
Apa arti dari tiga huruf SCM?
Lalu apa arti dari tiga angka 435?
Hari ini, kita akan memulai dari standar JIS untuk menjelaskan secara lengkap tentang SCM435.
Pertama, Dari Standar Apakah SCM435 Berasal?
SCM435 termasuk dalam Standar Industri Jepang:
JIS G 4053
Low-Semuaoyed Steels for Machine Structural Use (Baja Paduan Rendah untuk Struktur Mesin).
Ia termasuk dalam:
Baja Paduan untuk Struktur Mesin (Machine Structural Semuaoy Steel)
Bukan:
* Baja tahan karat;
* Baja perkakas;
* Baja pegas;
* Baja bantalan.
Kedua, Apa Arti Sebenarnya dari SCM?
Ciri khas utama penamaan material menurut JIS adalah:
Huruf di awal menunjukkan jenis baja.
Untuk SCM:
S
Steel
Baja
Mengartikan:
Material baja.
C
Chromium
Kromium (Cr)
Mengartikan:
Salah satu unsur paduan utama adalah kromium.
M
Molybdenum
Molibdenum (Mo)
Mengartikan:
Unsur paduan utama lainnya adalah molibdenum.
Jadi:
SCM
Merupakan:
Chromium-Molybdenum Steel (Baja Kromium-Molibdenum)
Inilah ciri utama dari SCM435.
Ia termasuk dalam:
Baja Paduan Kromium-Molibdenum (Cr-Mo Semuaoy Steel).
Ketiga, Apa Arti dari 435?
Banyak orang keliru mengira:
435
Mengartikan:
0,35%C
Tapi sebenarnya:
Bukan demikian.
Inilah bagian yang paling sering disalahpahami dalam penamaan JIS Jepang.
435 bukanlah kadar karbon
Dalam SCM435:
435
Hanya merupakan:
Kode nomor grade yang ditetapkan oleh JIS.
Ia digunakan untuk membedakan antara:
SCM410
SCM415
SCM420
SCM425
SCM430
SCM435
SCM440
SCM445
dan berbagai jenis baja lainnya.
Namun:
Saat nomor kode semakin besar,
Kadar karbon pada material biasanya juga meningkat secara bertahap.
Contohnya:
Kelas Kadar C (% Tipe)
SCM415 0,13–0,18
SCM420 0,18–0,23
SCM425 0,23–0,28
SCM430 0,28–0,33
SCM435 0,33–0,38
SCM440 0,38–0,43
SCM445 0,43–0,48
Dapat dilihat:
435 bukanlah:
0,435%C.
Tetapi hanya merupakan:
Kode untuk material dengan kadar karbon sekitar 0,33–0,38%.
Keempat, Mengapa Bukan SCM35?
Banyak insinyur bertanya:
Mengapa Jepang tidak langsung menamainya:
SCM35?
Sesungguhnya:
Ini ditentukan oleh sistem penamaan JIS.
JIS tidak menggunakan cara penamaan seperti:
35CrMo
Tetapi:
Secara umum menggunakan:
Kode empat digit.
Oleh karena itu:
SCM435
Hanya merupakan:
Aturan penamaan JIS.
Bukan berarti:
435=0,435%C.
Kelima, Apa Hubungan Antara SCM435 dengan 35CrMo dan 34CrMo4?
Banyak pelanggan bertanya:
Apakah SCM435 sama dengan:
35CrMo?
Jawabannya adalah:
Sekilas mirip, tetapi tidak bisa disamakan begitu saja.
Karena:
Mereka berasal dari:
Kelas Sistem Standar
SCM435 JIS
35CrMo GB/T
34CrMo4 EN
AISI 4135 / 4137 SAE/AISI
Meskipun:
Komposisi kimia sangat mirip,
Namun:
Standar yang diterapkan berbeda;
Batas penyimpangan yang diizinkan juga berbeda;
Ketentuan teknis pun mungkin berbeda.
Oleh karena itu:
Dalam perdagangan internasional,
Pemasok tetap harus menyediakan barang sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pelanggan.
Keenam, Mengapa SCM435 Menjadi Salah Satu Baja Paduan Paling Umum Digunakan dalam Industri Cold Heading?
Bagi pengencang berkekuatan tinggi, SCM435 memiliki kelebihan:
* Kemampuan quenching yang baik;
* Kekuatan tinggi;
* Ketangguhan;
* Performa cold heading yang baik;
* Stabilitas perlakuan panas.
Oleh karena itu, ia banyak digunakan untuk:
* Baut berkekuatan tinggi pada kendaraan;
* Pengencang mesin konstruksi;
* Komponen mesin berkekuatan tinggi;
* Komponen poros;
* Roda gigi;
* Pin dan komponen lainnya.
Namun, faktor yang benar-benar mempengaruhi performa cold heading,
Tidak hanya bergantung pada:
Kelas SCM435 saja.
Lebih dari itu meliputi:
* Mikrostruktur spheroid;
* Inklusi non-logam;
* Kualitas permukaan;
* Kontrol dekarburisasi;
* Proses drawing;
* Status pengiriman material.
Faktor-faktor ini seringkali justru lebih penting daripada sekadar grade material itu sendiri.
Ketujuh, Apa yang Harus Dipahami Saat Melihat SCM435?
Seorang insinyur profesional sejati,
Saat melihat:
SCM435.
Tidak hanya membaca sebagai:
"Sebuah jenis baja."
Tetapi harus memahami:
S —— Steel (Baja)
C —— Chromium (Kromium)
M —— Molybdenum (Molibdenum)
435 —— Kode grade baja kromium-molibdenum menurut JIS, yang sesuai dengan kadar karbon sekitar 0,33–0,38%, bukan berarti 0,435% karbon.
Inilah yang sebenarnya dimaksud dengan:
Memahami SCM435 secara mendalam.
Kesimpulan
SCM435 bukanlah sebuah grade baja yang dinamai secara sembarangan.
Ia berasal dari JIS G 4053 Jepang “Baja Paduan Rendah untuk Struktur Mesin”, di mana:
* S berarti Steel (Baja);
* C berarti Chromium (Kromium);
* M berarti Molybdenum (Molibdenum);
* 435 adalah kode grade baja kromium-molibdenum dalam sistem JIS, yang sesuai dengan kadar karbon sekitar 0,33–0,38%, bukan menunjukkan kadar karbon sebesar 0,435%.
Bagi industri cold heading, memahami kode grade material hanyalah langkah awal. Yang benar-benar menentukan kinerja material adalah standar yang diterapkan, stabilitas komposisi kimia, mikrostruktur spheroid, inklusi non-logam, kualitas permukaan, serta kondisi pengiriman material. Hanya dengan pemahaman menyeluruh atas semua hal tersebut, barulah dapat memilih dan mengevaluasi material cold heading secara tepat.
